Rahasia Bersedekah Dan Beristigfar

Dari Abdullah bin Umar r.a : Rasulullah Saw. Bersabda ,
“Wahai kaum perempuan, bersedekahlah dan perbanyaklah memohon ampunan kepada Allah Swt, karena aku melihat pada malam Isra’  kebeanyakan penghuni neraka adalah dari jenis kalian”.

Seorang perempuan bertanya :                                                                                                                                         “Apakah sebabnya kebanyakan penghuni neraka dari jenis kami ?”.
Beliau menjawab :

“Karena kalian sering melaknat dan meremehkan apa yang diberikan suami. Aku juga melihat kebanyakan kalian memiliki kekurangan dalam akal dan agama”.

Periwayat hadis ini bertanya :

“Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan kekurangan akal dan agama ?”.
Beliau menjawab :
“Kesaksisan kedua orang perempuan sebanding dengan kesaksisna seorang laki-laki, inilah yang dimaksud kekurangan dalam akal. Selain itu ketika sedang haid, perempuan tidka sholata dan tidak berpuasa selama beberapa hari, inilah kekurangan dalam agama”. (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Masihkah Ada Waktu ?

Terlalu lalainya diriku, atas setiap nikmat NYA

Allah memberikanku ibu yang selalu menyayangiku

Ibu yang selalu aku repotkan

Ibu yang tak pernah bosan mengingatkan aku, dikala aku berbuat salah

Ibu yang selalu merawat dikala aku sakit

Ibu yang penuh kerelaan

, mencuci menggosok baju ku

, membuatkan aku sarapan di pagi buta

Tapi seakan semua kebaikannya tak pernah ku lihat

Aku mengabaikannya, tidak memikirkan sedikitpun pengorbanannya

Bahkan terkadang membuatnya menangis

, atas setiap perbuatan burukku

Ketika dia sakit, aku malah berpura-pura tak melihatnya

Ketika dia meminta bantuan, aku malah menutup telinga

Sungguh hina dan durhakanya aku

Berapa waktu yang sudah aku lewatkan

Masihkah Ada Waktu Untuk Aku Perbaiki ???

Ya Allah

Bila nafas masih bisa  kuhembuskan

, jadikanlah disetiap hembusan itu disertai kasih sayang untuk ibuku

Bila aku ditakdirkan hanya memiliki satu kemampuan

, maka izinkanlah aku bahagiakan ibuku

Bila cinta dalam hatiku hanya satu

, maka tetapkanlah cinta itu hanya untuk ibu ku

Namun jika waktu tak lagi kurasakan

, biarkanlah cintaku tetap hidup untuknya

Namun sebelum aku menutup mata

, berikan kesempatan untuk mencuci kedua kakinya

, dan memohon Ridho nya

Ya Allah

Kupasrahkan diri ini

Dalam Kebesaran dan Kekuasaan MU

Atas setiap waktu yang telah ku sia-siakan

Ya Allah

Ku mohon RIdho-MU

Bila akhir waktu sudah datang memanggilku

Maka, lindungilah dia, bahagiakan dia

selamatkan dia, cintai dia

penuhi kebutuhannya

Tuntunlah dia selalu, agar selalu pada jalan-MU

Ya Allah

Jika kain kafan ini, sudah menyentuh bumi-MU

Izinkanlah aku melihat wajahnya

, tanpa harus melihat tetesan air matanya

Sebelum aku benar-benar mendapatkan siksa-MU

Menuju wahana cinta Allah ^___^

Tahap-tahap menuju wahana cinta kepada Allah adalah sebagai berikut:

1. Membaca al-Qur’an dengan merenung dan memahami kandungan maknanya sesuai dengan maksudnya yang benar. Itu tidak lain adalah renungan seorang hamba Allah yang hafal dan mampu menjelaskan al-Qur’an agar difahami maksudnya sesuai dengan kehendak Allah swt. Al-Qur’an merupakan kemuliaan bagi manusia yang tidak bisa ditandingi dengan kemuliaan apapun. Ibnu Sholah mengatakan “Membaca Al-Qur’an merupakan kemuliaan, dengan kemuliaan itu Allah ingin memuliakan manusia di atas mahluk lainnya. Bahkan malaikat pun tidak pernah diberi kemuliaan semacam itu, malah mereka selalu berusaha mendengarkannya dari manusia”.

2. Taqarub kepada Allah swt, melalui ibadah-ibadah sunnah setalah melakukan ibadah-ibadah fardlu. Orang yang menunaikan ibadah-ibadah fardhu dengan sempurna mereka itu adalah yang mencintai Allah. Sementara orang yang menunaikannya kemudian menambahnya dengan ibadah-ibadah sunnah, mereka itu adalah orang yang dicintai Allah. Ibadah-ibadah sunnah untuk mendekatkan diri kepada Allah, antaranya ialah: solat sunat, puasa-puasa sunat,sedekah sunat dan amalan-amalan sunat dalam Haji dan Umrah.

3. Melazimkankan zikir kepada Allah dalam segala tingkah laku, melalui lisan, kalbu, amal dan perilaku. Kadar kecintaan seseorang terhadap Allah bergantung kepada kadar zikirnya kepadaNya. Zikir kepada Allah merupakan syiar bagi mereka yang mencintai Allah dan orang yang dicintai Allah. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah aza wajalla berfirman :”Aku bersama hambaKu,selama ia mengingatKu dan kedua bibirnya bergerak (untuk berdzikir) kepadaKu”.

4. Cinta kepada Allah melebihi cinta kepada diri sendiri. Mengutamakan cinta kepada Allah di atas cinta kepada diri sendiri, meskipun dibayang-bayangi oleh hawa nafsu yang selalu mengajak lebih mencintai diri sendiri. Ertinya ia rela mencintai Allah meskipun berisiko tidak dicintai oleh mahluk. Inilah darjat para Nabi, di atas itu darjat para Rasul dan di atasnya lagi darjat para rasul Ulul Azmi, lalu yang paling tinggi adalah darjat Rasulullah Muhammad s.a.w. sebab beliau mampu melawan kehendak dunia seisinya demi cintanya kepada Allah.

5.Kesinambungan musyahadah (menyaksikan) dan ma’rifat (mengenal) Allah s.w.t. Penglihatan kalbunya terarah kepada nama-nama Allah dan sifat-sifatNya. Kesedaran dan penglihatan kalbunya berkelana di taman ma’rifatullah (pengenalan Allah yang paling tinggi). Barang siapa ma’rifat kepada asma-asma Allah, sifat-sifat dan af’al-af’al Allah dengan penyaksian dan kesedaran yang mendalam, niscaya akan dicintai Allah.

6. Menghayati kebaikan, kebesaran dan nikmat Allah lahir dan batin akan menyampaikann kepada cinta hakiki kepadaNya. Tidak ada pemberi nikmat dan kebaikan yang hakiki selain Allah. Oleh sebab itu, tidak ada satu pun kekasih yang hakiki bagi seorang hamba yang mampu melihat dengan mata batinnya, kecuali Allah s.w.t. Sudah menjadi sifat manusia, ia akan mencintai orang baik, lembut dan suka menolongnya dan bahkan tidak mustahil ia akan menjadikannya sebagai kekasih. Siapa yang memberi kita semua nikmat ini? Dengan menghayati kebaikan dan kebesaran Allah secara lahir dan batin, akan menghantarkan kepada rasa cinta yang mendalam kepadaNya.

7. Ketundukan hati secara total di hadapan Allah, inilah yang disebut dengan khusyu’. Hati yang khusyu’ tidak hanya dalam melakukan solat tetapi dalam semua aspek kehidupan ini, akan menyampaikan kepada cinta Allah yang hakiki.

8. Menyendiri bersama Allah ketika Dia turun. Yaitu saat sepertiga terakhir malam. Pada saat itulah Allah s.w.t. turun ke dunia dan di saat itulah saat yang paling berharga bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepadaNya dengan melaksanakan solat malam agar mendapatkan cinta Allah.

9. Bergaul dengan orang-orang yang mencintai Allah, maka iapun akan mendapatkan cinta Allah s.w.t.

what a feeling’? (*hati ku bertanya)

Harus diakui bahwa perasaan seseorang adalah hak mutlak orang itu sendiri… Seperti apapun kita berusaha mengubah perasaan seseorang… tidak akan pernah bisa kita mengubahnya selama orang itu tidak menginginkannya… what a feeling…. :)

Ternyata memang perasaan seseorang terkadang tidak dapat dimengerti oleh orang lain… dan saya memilih untuk mengembalikan ketidaksanggupan hanya pada-NYA… karena Allah Maha Pemilik… semua perasaan manusia adalah milikNya… Allah lah yang lebih tahu dari umatNya… mana perasaan yang diizinkan untuk tetap disimpan dan mana yang tidak… Termasuk apabila sebenarnya Allah tidak mengizinkan untuk menyimpan suatu perasaan yang tidak halal juga tidak mendapat ridlaNya untuk tetap berada didalam hati umatNya… tapi terkadang umatNya begitu yakin bahwa perasaan yang jelas tidak halal itu adalah anugrahNya dan diizinkanNya untuk disimpan… Padahal sesuatu yang tidak halal…tidak akan pernah mendapat izin Allah untuk dilakukan oleh umatNya…. Cepat atau lambat maka Allah akan menghilangkan perasaan itu, walaupun sang pemilik perasaan ingin selalu menyimpannya…. sehingga tanpa disadari umatNya… maka perasaan yang tidak halal dan tidak diridlaiNya itu akan pergi dan hilang dengan sendirinya… tanpa menyakiti dirinya ataupun dia menyadari bahwa perasaan itu telah hilang….. Wallahualam.

*smoga Allah senantiasa memberikan perasaan yang benar” baik untuk ku agar aku tidak salah mengartikan nya… karena aku hanya berharap Ridho mu ya Rabb

Mampukah Aku Seperti Ini ??? ( menjadi wanita sejati )

Wanita Sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya,

tetapi dari kecantikan hati yang ada dibaliknya.

 

Wanita Sejati bukanlah dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona,

tetapi dilihat dari sejauh mana Ia menutupi bentuk tubuhnya.

 

Wanita Sejati bukanlah dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang diberikan,

tetapi dari keikhlasannya memberikan kebaikan tersebut.

 

Wanita Sejati bukanlah dilihat dari keahliannya berbahasa,

tetapi dilihat dari bagaimana caranya berbicara.

 

Wanita Sejati bukanlah dilihat dari keberaniannya berpakaian,

tetapi dilihat dari sejauh mana Ia berani mempertahankan kehormatannya

dengan berpakaian Muslimah.

 

Wanita Sejati bukanlah dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul,

tetapi dilihat dari sejauh mana Ia bisa menjaga kehormatannya dalam bergaul.

 

Untuk Sahabat,, (ketika aku mengerti kehadirannya)

Persahabatan adalah ladang hati bagiku,,

Yg ku taburi dng kasih dan ku panen dng penuh rsa trima kasih,,

Dan blmna ia diam,,

Hatiku tiada berhenti mencoba merangkum bahasa hatinya,,

Tanpa ungkapan kata,,kemauan dan segala pikiran tertumpah dlm hatiku,,

Meski jarak membatasi langkah,,

karena,,sahabat ada bukan untuk mengisi kekosongan melainkan mengisi kekurangan,,

Ini bkn tentang cinta sejati,,tp kebutuhan

kebutuhan untuk mampu meghidupkan sang waktu

setiap mnusia mmbutuhkan sahabat,,sebagai naungan untuk semangat

Persembahan ini untuk sahabat ku,,

aku yg ingin mengenal dukanya,, juga bahagianya

karena dialah yg bisa mengisi kekuranganku bukan kekosonganku:)

 

sahabat,,

encouragement my life :)

From My Heart,, ketika aku merindukan wahyu NYA

This is me,,

Aku yang terlalu apa adanya,,

Aku yang terlalu biasa saja,,

Aku yang terlalu takut untuk bertahan,,

Aku yang tak bisa bila hanya sendiri,,

This is me,,

Tanpa daya dan arah,,

Aku yang hanya bisa memohon agar kau tak sekedar harapan,,

Aku yang hanya bisa memohon agar kau tak hanya mimpi bagiku,,

Aku yang hanya bisa memohon agar kau slalu ada dalam senyum ku,,

Aku yang hanya bisa memohon agar kau slalu menjadi penyembuh dlam duka ku,,

Aku yang hanya bisa memohon agar kau slalu ada dalam hidup ku,,

Jujur,,

Aku yang tak ingin kehilangan mu,,

Karna aku yg sll membutuhkan mu,, wahyu Ilahi,,

Selalu hadirlah dalam hari ku untuk penyejuk hati ini,,

Karna aku ada dengan izin mu,,

Maka hampirilah aku dengan kasih Mu,, wahyu ilahi,,

for ‘wahyu Allah

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.